Majas Penegasan/Perulangan

Bookmark and Share


Majas Penegasan/Perulangan

  • Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata.

  • Contoh : Mereka turun ke bawah untuk melihat keadaan barang-barangnya yang jatuh.

Dukun itu menengadah ke atas sambil menengadahkan tangannya.

Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri.

  • Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut yang makin lama makin menghebat.

Contoh : Semua jenis kendaraan, mulai dari sepeda, motor, sampai mobil bejejer di halaman.

Baik itu RT, Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur, maupun Presiden memiliki kedudukan sama di mata Tuhan

  • Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut yang makin lama makin menurun (melemah)

Contoh : Bapak Kepala Sekolah, Para guru, dan murid-murid, sudah hadir di lapangan upacara.

Gedung-gedung, rumah-rumah, dan gubuk-gubuk, semuanya mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

  • Retoris adalah majas yang berupa kalimat Tanya yang jawabannya itu sudah diketahui oleh penanya. Tujuannya untuk memberikan penegasan pada masalah yang diuraikannya, untuk meyakinkan, ataupun sebagai sindiran.

Contoh : Siapa yang tidah ingin hidup bahagia?

Apa ini hasil dari pekerjaanmu selama bertahun-tahun?

  • Aliterasi adalah majas yang memanfaatkan kata-kata yang bunyi awalnya sama.

Contoh : Dara damba daku, datang dari danau.

Inilah indahnya impian, insan ingat ingkar.

  • Antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata yang sama, dengan makna yang berbeda.

Contoh : Karena buah penanya yang controversial, dia menjadi buah bibir masyarakat.

Kita harus saling menggantungkan diri satu sama lain. Jika tidak, kita telah menggantung diri.

  • Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan dalam kalimat yang berbeda.

Contoh : Terlalu banyak penderitaan menimpa dirinya. Terlalu banyak masalah yang dihadapinya. Terlalu banyak.

  • Tautologi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan dalam sebuah kalimat.

Contoh : Selamat datang pahlawanku, selamat datang pujaanku, selamat datang bunga bangsaku.

  • Paralelisme adalah majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, hanya disusun dalam baris yang berbeda. Biasanya terdapat dalam puisi.

Contoh : Sunyi itu duka

Sunyi itu kudus

Sunyi itu lupa

Sunyi itu mampus

  • Kiasmus adalah majas yang berisi perulangan dan sekaligus menganduk inverse.

Contoh : Yang kaya merasa dirinya miskin, sedangkan yang miskin merasa dirinya kaya.

Dalam kehidupan ini banyak orang intar yang mengaku bodoh, dan orang bodoh banyak yang merada dirinya pintar.

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }